Wisata Desa Budaya Yogyakarta: Belajar Membatik dan Membuat Gerabah Kasongan
Traveller

Wisata Desa Budaya Yogyakarta: Belajar Membatik dan Membuat Gerabah Kasongan

Hempaskan hiruk pikuk pusing modernitas dengan mengekstrak pundi kedamaian murni desa, berlatih kerajinan leluhur pelancong santai.

Tim Editorial

Waktu baca: 6 menit

Jika rombongan wisatawan (terutamanya menyertakan keluarga berekosistem anak sekolah balita) menginginkan faedah ekstra jauh menembus limitasi bersantai, model pariwisata edukasi interaktif (experiential travel) layak diutamakan. Wilayah kabupaten pinggiran menaungi lusinan cluster kemukiman lokal bermetamorfosis rapi menyebut eksistensinya yakni Desa Wisata (Tourism Village).

1. Sentra Gerabah Kasongan Tua, Kabupaten Bantul
Bergerak sejenak 15 menit selatan melintasi lingkar Ring Road, membelah dusun Kasongan, Anda dijajakan padatnya jejeran showroom tembikar dan guci perabotan seukuran postur tubuh pria dewasa. Lebih serunya, wisatawan (baik itu sendiri maupun menyewa kelas khusus bersama paguyuban) diberikan kesempatan leluasa mencelupkan jemari melinting tanah lempung basah. Pelatih pandai perajin kriya (crafter) sigap mengawal membentuk miniatur celengan gajah maupun pot artistik menggunakan landasan batu roda berputar (pottery wheel). Sungguh ajang penyembuhan stres terapi tangan tiada tanding.

2. Desa Tembi dan Jejak Rumah Kayu
Bila kerinduannya bertaruh mereguk estetika perkakas perkayuan masa kolonial, pergilah mencicipi hening asrinya Tembi Rumah Budaya. Hamparan balai penyimpan arsip Jawa dilingkar kebun pekarangan membumi menjaja paket mengkresi tembang, mencoba latihan musik serunai dan bonang gamelan dipandu embah penabuh, seraya digembirakan soto kuah sehabis berlatih menanam padinya tumpas. Semalam menginap kamar-kamar bambu limasan terbukti melambatkan laju kelelahan dari kecepatan pikiran pusing Jakarta.

3. Pelatihan Menekurkan Pola Malam Batik Tulis, Giriloyo
Sebutan pusat pakar menoreh kain canthing batik berlokomotif halus mutlak didaulat atas warga asli Dusun Giriloyo dekat pemakaman Imogiri sana. Duduk berlengan menyila melipat kain, tangan kaku diajari menyendok cairan lilin (malam hangat) menyapukan canting ke bidang corak wahyu tumurun yang mistis pelan-pelan. Sebuah kain ukuran taplak saputangan seukuran dadar sukses dilahirkan melalui celupan dan dibingkai menjadi memorabilia tak akan sanggup ditukar keangkuhan uang belaka!

Dapatkan nomor pengurus lokal dari biro resmi media sosial, reservasi pendahuluan menjamin perlakuan tak terganggu padatnya serbuan rombongan bus penjelajah wisata masal yang dapat hilir sembarangan.

Suka artikel ini? Bagikan ke teman-temanmu!

Artikel Terkait

Syarat Pembuatan Visa Jepang Terbaru Lewat VFS Global dan Paspor Elektronik (E-Paspor)
Traveller

Syarat Pembuatan Visa Jepang Terbaru Lewat VFS Global dan Paspor Elektronik (E-Paspor)

Musnahkan teror menumpuk kertas persetujuan paspor gagal tembus stempel perwakilan besar, inilah panduan lolos murni jaya melenggang mudahnya.

Tim Editorial7 min
Tips Liburan Hemat ke Jepang dengan Budget Backpacker di Bawah Sepuluh Juta Rupiah
Traveller

Tips Liburan Hemat ke Jepang dengan Budget Backpacker di Bawah Sepuluh Juta Rupiah

Mematahkan pandangan suram bahwa wisata ke negeri salju musim dingin ini hanya bisa terjangkau lapisan dompet orang super kaya saja.

Tim Editorial7 min
Panduan Lengkap Membeli Japan Rail Pass (JR Pass) Pasca Kenaikan Harga Ekstrem
Traveller

Panduan Lengkap Membeli Japan Rail Pass (JR Pass) Pasca Kenaikan Harga Ekstrem

Apakah tiket terusan magis para backpacker dunia itu masih layak untuk dibeli setelah lonjakan tarifnya mencapai lebih dari separuh gila nilainya tahun ini?

Tim Editorial8 min